Bahagia adalah satu kata yang diidam-idankan orang. dari anak kecil,
remaja, dewasa sampai orang tua memperjuangkan bahagia. setiap orang
bertindak sesuai dengan tingkat pemahamannya. ketika masih anak-anak
betapa senangnya dibelikan mainan, sampai-sampai tidurpun dibawa pula.
setelah remaja kita akan sangat senang bila dibelikan makanan kesukaan,
sekali merasakan makanan enak akan diceritakan kepada seluruh kawannya..
bisa sedikit nyombong nih... hehehe. setelah dewasa akan bahagia bila
berdekatan dengan kekasihnya.. dunia terasa hanya milik berdua... yang
lainnya hanya ngontrak katanya. Lain lagi ceritanya setelah menjadi
orang tua, hal yang paling membahagiakan baginya apabila melihat
perkembangan anak-anaknya secara positif. belajarnya giat, pintar,
banyak temannya, suka kreatifitas, tidak malas, apalagi bila berhasil
meraih prestasi... pastilah wow... lega dan bahagia.
namun semua
yang saya ceritakan di atas hanyalah sepenggal bagian bahagia yang
rapuh. kenapa rapuh ? ya iyalah karena sebelum bahagia harus ada
syaratnya dulu. lha bagaimana jadinya kalau syaratnya tdk terpenuhi ?
apakah akan tetap bahagia bila tidak dibelikan mainan ? apakah tetap
bahagia bila tidak belikan makanan yang enak? apakah tetap bahagia bila
berjauhan dngan kekasihnya? apakah tetap bahagia bila anaknya tidak
rajin, tidak pandai, tidak bisa bergaul, tidak berprestasi ?... hmm
patut direnungkan kembali bukan ?
bahagia bisa diperoleh dengan
menyadarkan diri sendiri. eit tunggu dulu nggak perlu protes ! emangnya
aku selama ini tidak sadar diri ? hahahaha bukan itu maksudnya. sadar
diri yang saya maksud adalah pandailah bersyukur.. mari kita renungkan
memangnya kita berjasa apa sehingga diperbolehkan melihat pemandangan
yang menkjubkan ketika matahari terbit ? luar biasa bukan ? memangnya
kita berjasa apa sehingga kita diijinkan menikmati oksigen
sepuas-puasnya tanpa bayar ? hehehe gak terbayangkan bukan betapa
oksigen gratis begitu didambakan oleh orang -orang tertentu yang
menderita sakit.. jadi kalau saat ini kita masih free menghirup oksigen
sepuas-puas yang kita mau ? apalagi ? memangnya kita telah berbuat baik
apa kepada orang lain sehingga diberi senyum yang ramah ? memangnya kita
telah bayar berapa koq ijinkan menikmati sejuknya air dan segarnya
mandi. inilah beberapa contoh betapa kita itu bukan siapa-siapa, belum
berjasa apa-apa namun kita sudah diijinkan menikmati kehidupan ini
begitu baanyak.. apakah itu tidak cukup untuk membuat kita bersyukur ?..
yuk bersyukur..
aku sudah bersyukur setiap hari, setiap doa pagi
tak pernah lupa kuucapkan syukur, namun siangnya koq yaa ada ada saja
masalah yang menghadang.. kalau begini terus bagaimana aku bisa
bersyukur terus ? itulah cuplikan curhat dari teman. sekilas nampak tak
ada yang aneh. memang tak saya sangkal bergaul dengan banyak orang
memang tidak mudah. setiap orang punya karakter sendiri-sendiri sehingga
tidak mustahil berebnturan dengan kita. tapi mari kita renungkan,
mengapa kita berbenturan dengan orang lain ? tidak enak banget kan
rasanya ? sebenarnya orang itu mempunyai sifat yang sama, hehehe tapi
karakternya tetap bisa beda.. ingat yang sama adalah sifatnya. lha
memang sifat manusia itu apa ?hmm mau tau ni ? ok ok tak usah sewot..
saya beri tahu ya..sifat manusia itu di rangkum dalam 2 hal.. apa saja
mari kita bahas satu-satu
sifat yang pertama, yaitu manusia
mengejar kenikmatan.. hahahaha ya iyalah. nah sudah tahu kan kenikmatan
itu apa saja ? tidak perlu ditulis di sini ya saya anggap teman-teman
sudah tahu semua. ya benar semua orang mengejar kenikmatan. namun
tekadnya dalam mencari kenikmatan tidak sama. sebagian orang memang
mencarai kenikmatan tapi karena agak sulit mereka sudah menyerah... ah
sudahlah gak dapat ya gapapa, kan masih lumayan dapat yang ini. hehehe
menyerah deh. sebagian orang yang lain lebih gigih, tekadnya lumayan
besar, orang ini punya semangat yang besar pula, namun lagi-lagi namanya
nikmat itu memang butuh perjuangan.. dan golongan ini pun sebagian
menyerah juga setelah berkurban keringat yang tidak sedikit.. tapi kabar
baiknya golongan kedua ini cukup lumayan juga, setidaknya hasilnya
tidak nol besar. nah sekarang golangan ketiga adalah orang-orang yang
luar biasa gigih.. baginya pantang pulang bila belum menang.. hahahaha
semboyannya dahsyat bukan...hmm untuk sifat yang kedua ntar dulu ya..
mau ada iklan yang lewat ni... hahahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar